Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Glow in the dark




Tiba-tiba hari ini saya sangat ingin mencari kata Terang dalam alkitab, dan saya menemukan satu ayat yang memberi saya ide untuk menulis sesuatu hari ini (karena rencananya saya belum mau posting artikel baru hari ini)

BACA : Yohanes 1 : 5
"Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya."

Saya pribadi selalu mendengar istilah ini 'jadilah terang'. Memang benar kita harus menjadi terang dalam hidup kita agar kita bisa memancarkan kasih Kristus, tapi ada kalanya kita harus melihat dimana kita memancarkan cahaya itu.
Kita tidak mungkin menyalakan lampu pada ruangan yang terdapat banyak jendela di tengah siang, itu adalah hal yang sia-sia, (Boros energi juga).
Sama seperti ketika kita memancarkan cahaya kasih Kristus dalam diri kita, kita tidak mungkin
memancarkannya ditempat yang terang, tidak ada gunanya, hal ini hanya akan menimbulkan masalah baru. Karena ketika kalian memancarkan cahaya ditempat yang terang, tempat itu justru menjadi silau, yang membuat orang enggan melihatnya. Kenapa menjadi silau? ya karena semua orang ditempat itu berlomba-lomba memancarkan cahayanya masing-masing.
Memancarkan sinar kasih Kristus itu bisa saya ibaratkan seperti drama. tidak mungkin dalam sebuah drama terdapat dua orang pemeran utama. Penonton akan bingung, dan dua pemerannya akan terlibat konflik karena ingin menjadi satu-satunya daya tarik dalam dalam drama tersebut.

Tapi jika kalian ingin memancarkan kasih Kristus, bersinarlah ditempat yang gelap, sekecil apapun sinar yang kalian pancarkan, cahaya itu akan tetap terlihat karena kalian memancarkan ditempat yang gelap. Dan bisa saja cahaya kecil yang kalian hasilkan itu bisa menjadi cahaya yang lebih besar dikemudian hari.
Jadi apakah kalian sudah memancarkan kasih Kristus dalam hidup kalian?
Dimana kalian memancarkannya?

Buah apa yang dihasilkan pergaulan kita?


Shalom...
Saya ingin mengajak teman-teman membaca 1 Korintus 15 : 33-34
Ini adalah salah satu bacaan favorit saya. Mungkin kalian juga, bahkan mungkin kalian sudah hafal tanpa harus membuka alkitab lagi. Tapi jika kalian sudah hafal dengan bacaan diatas, apakah kalian sudah mengerti dan sudah melaksanakannya dalam pergaulan kalian?

Kalian pasti tau bonsai, tanaman yang sengaja dikerdilkan, yang padahal aslinya tanaman itu bisa tumbuh lebih besar. Tapi itulah seni. Pernahkah terpikir oleh teman-teman bagaimana bonsai bisa menjadi tanaman yang kerdil seperti itu? Tanaman yang diambil biasanya adalah bonggol tanaman, dan bonggol itu akan  ditanam dalam pot yang kecil. Ketika mulai bertumbuh tanaman itu akan dipangkas & dililit kawat lalu diarahkan sesuai keinginan si pembuat bonsai. Sehingga tanaman itu pun menjadi kerdil karena sengaja dibuat seperti itu.
Selain bloging kegiatan saya sehari hari adalah menjadi penyiar radio (Baca : about me). Tentunya saya punya teman seprofesi, hal-hal yang kami bicarakan tentu tidak jauh dari pekerjaan kami dan tentang musik. Saya juga punya teman yang mempunyai hobi yang sama dengan saya, dan setiap punya kesempatan bertemu kami selalu bertukar ilmu tentang hobi kami itu. Tidak hanya itu saja, saya juga punya teman-teman di pelayanan saya. Yang kami bicarakan sudah tentu tentang hal hal rohani. Saya selalu bersyukur bisa tergabung dalam komunitas - komunitas yang bisa membuat saya menjadi seseorang yang baik (Terlebih untuk komunitas pelayanan) Tapi saya bukannya tidak pernah berada dalam komunitas yang salah. Saat itu saya adalah seseorang yang buruk,
berbicara hal yang sia-sia, joke kami pun tidak pernah lepas dari humor yang kotor. Tapi Tuhan itu baik, saya sadar berada dalam komunitas yang salah dan akhirnya mundur perlahan-lahan sampai akhirnya ditempatkan dalam komunitas yang benar.

Komunitas sebenarnya memberi dampak besar dalam hidup kita. Kita manusia cenderung mengikuti dan menyesuaikan diri dengan apa yang lingkungan kita perbuat. Tentunya mustahil jika saya masih berada dalam komunitas yang salah itu lalu saya berbicara tentang hal-hal rohani. Mungkin saya hanya akan menjadi bahan tertawaan. begitu pun sebaliknya, tidak mungkin jika saya berbicara humor yang jorok ditengah komunitas pelayanan saya, saya akan dianggap "iblis" di tengah anak-anak Tuhan.
Sama seperti bonsai hidup menyesuaikan diri dengan tempatnya ditanam. Bertumbuh kerdil karena ditanam dalam pot yang kecil, bahkan dikekang dan diarahkan. berbeda jika tanaman itu tumbuh ditengah hutan, pasti dia bisa bertumbuh besar karena akar-akarnya bisa merambat kesana kemari, dan bisa tumbuh tinggi karena tidak dikekang.
Tidak heran jika Paulus menasihati jemaat di Korintus untuk menghindar dari pergaulan yang buruk agar tetap baik kelakuan mereka. Begitu pun kita, sudah saatnya kita melihat pergaulan kita, apakah membuah kan buah yang baik? atau buah yang buruk?

Bertobat setiap hari



Shalom...
Saya baru saja membaca sebuah buku karya, Ayub Yahya 'Semak duri jadi raja' dalam sebuah tulisannya di beri judul sama seperti judul postingan ini.


Saya ingin teman-teman membaca Ayub 1 : 1-5 terlebih dahulu. Saya secara pribadi baru mengetahui bahwa pertobatan ada dua jenis. Pertama pertobatan besar, seperti apa pertobatan besar itu? Mungkin sebagian dari teman-teman sudah mengenal Kristus sejak kecil, dan sudah menyadari kasihnya sejak masih kecil.Tapi ada juga yang baru saja mengenal dan menyadari kasih-Nya baru-baru ini. Pertobatan besar itu mungkin bisa digambarkan ketika seorang yang hidup penuh dengan dosa berbalik dan menjadi pengikut Kristus (seperti Zakeus) atau mungkin seseorang yang membenci Kristus justru berbalik, dan berusaha menjadikan seluruh
 bangsa murid Kristus (seperti rasul Paulus). Setelah mengetahui hal itu mungkin kita berpikir, orang-orang yang mengalami pertobatan besar pasti menjadi orang yang suci dan tidak bercacat cela.
Bagaimana pun kita tetaplah manusia, kita tidak mungkin luput dari dosa, kita adalah makhluk lemah, walau pun kita berusaha hidup kudus tapi tetap saja ada godaan yang bisa saja membuat kita jatuh dalam dosa (roh memang penurut tetapi daging lemah. Matius 26 : 41) entah itu dosa dalam perbuatan kita atau pun dosa pikiran. Seperti yang dikatakan Yakobus "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa" (Yakobus 4:17) karena itu kita perlu 'Pertobatan kecil'

Dalam perjanjian lama pertobatan dapat diwujudkan dalam bentuk korban bakaran, seperti yang dilakukan Ayub setiap pagi, setelah anak-anaknya mengadakan pesta. Ayub takut kalau-kalau anaknya berbuat dosa, karena itu itu dia selalu mempersembahkan korban bakaran.
Tapi pada jaman ini kita tidak perlu lagi mempersebahkan korban bakaran. Kita cukup : sadar, menyesal, dan berbalik. Tiga hal ini adalah satu kesatuan karena kalau kita sadar tanpa diiringi dengan penyesalan, itu tidak ada artinya. begitu pun kalau kita sudah sadar dan menyesal tapi tidak diikuti dengan tindakan berbalik itu juga tidak ada artinya.Karena itu kita perlu sadar, menyesal dan berbalik; menjauhi dan tidak melakukan dosa lagi

Bersyukur atas masalah

Suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberi, kita bangsa kerang sebuah tangan, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Aku tahu anakku, itu sakit sekali. Tetapi, terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat," kata ibunya dengan sendu dan lembut.


Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya walaupun rasa sakitnya bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan bertahun-tahun lamanya. Tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitnya pun makin berkurang. Semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakitnya menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan. 

Sumber: 100 Touching Stories, oleh Xavier Q. P.
  
Kisah diatas sangat menginspirasi saya secara pribadi. Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari kisah diatas, dimana kita tidak seharusnya memandang rasa sakit atau masalah sebagai sesuatu yang besar, yang membuat kita tidak bisa apa-apa, membuat kita 
terpuruk. Kadang kita membutuhkan masalah untuk tetap bisa berusaha dan tetap bersyukur pada Tuhan.
Bisa saya bayangkan bagaimana kalau dalam hidup saya, saya tidak menemukan masalah yang harus saya atasi. Mungkin kalau seperti itu keadaannya, blog seperti ini tidak akan pernah saya buat. Kalau bisa saya ilustrasikan masalah itu seperti sebuah treadmill, dimana masalah itu yang akan melatih kita, kalau dalam hidup kalian tidak ada masalah kalian bisa saja jadi obesitas, karena tidak pernah dilatih.  Karena itu syukuri setiap masalah yang terjadi dalam hidup kalian, yang akan membuat kalian menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya, yakinkan pada diri kalian, Tuhan tidak akan meninggalkan kalian apapun keadaan kalian Tuhan akan bantu semua pergumulan kalian, kalian hanya butuh doa, ceritakan semuanya sama Tuhan. 

Mazmur 136:26
Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Memanfaatkan waktu dengan efisien



Hari sabtu kemarin (23/02/13), saya membaca sebuah buku milik @Bry_zers judul bukunya segelas susu (lupa siapa penulisnya). Cover buku itu tidak terlalu menarik, tapi dalam buku itu terdapat banyak cerita-cerita yang menginspirasi. Salah satu yang menjadi favorit saya tentang penggunaan waktu yang efisien.Akan saya ceritakan sedikit, dengan sedikit tambahan dari saya :D

Samuel adalah seorang manager marketing disebuah perusahaan komunikasi, Samuel adalah seorang yang sangat sibuk, setiap hari Samuel harus bertemu dengan klien yang berbeda-beda, memperhatikan kinerja bawahannya dll. Tapi sebagai seorang kristen Samuel tidak pernah lupa untuk berdoa dan menghadiri kebaktian tiap minggu.Hanya saja dia tidak punya banyak waktu untuk membaca alkitab, atau hanya berdiskusi tentang agama. Menurut Samuel kegiatan keagamaannya hanya dilakukan pada hari minggu saja, selain itu? dia hanya akan berdoa pada pagi hari dan mulai bekerja seharian. Suatu hari Samuel meninggal karena sakit jantung, sampai pada penghakiman terakhir, malaikat tidak dapat menemukan namanya dibuku kehidupan.

Jangan memaksakan kehendak




Seperti judul diatas saya ingin berbagi tentang memaksakan 
kehendak. Hal ini baru saja saya mengerti setelah khotbah paskah yang dibawakan pedeta digereja saya. Sebelumnya saya ingin mengajak teman-teman membaca Matius 26 : 36 - 42. Pada bacaan itu kita mendapatkan bahwa Yesus adalah 100% manusia (dan Dia 100% Tuhan) Dia sedih, dan Dia gentar. Dia tau apa yang akan menimpanya, Tapi Dia berdoa (ayat 39) agar cawan itu bisa lalu dari pada-Nya. Tapi kemudian Dia kembali berdoa (ayat 42). Dalam setiap doa Yesus, Yesus selalu meminta jangan jadi seperti apa yang Dia kehendaki, melainkan menjadi apa yang dikehendaki Bapa-Nya disurga.
Sungguh berbeda dengan sebagian besar kita pada saat ini, saya yakin teman-teman berdoa setiap hari. Tapi apa yang kita doakan? Meminta berkat Tuhan? Meminta sesuatu? Mobil misalnya. Ya terkadang kita begitu, saya sendiri seperti itu. Dan tanpa kita sadari kita memaksakan kehendak kita.
Terus menerus meminta hal yang sama selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun, lalu ketika tidak nampak perwujudannya, kita mulai berpikir Tuhan tidak memberkati kita, Tuhan tidak adil pada kita. Sama seperti pemikiran seorang anak kecil ketika tidak mendapatkan apa yang mereka minta.
Tuhan itu baik kepada semua orang (mazmur 145 : 9) Dia pasti memberkati semua dari kita, bahkan baiknya Tuhan tidak ternilai, bisa dibayangkan Dia rela mati demi kita semua. Hanya saja kita selalu terpaku pada hal-hal yang kita inginkan, dan ketika mendapatkannya kita baru menyadari bahwa Tuhan memberkati kita, Dan kalau belum mendapatkannya berarti Tuhan belum memberkati kita. Tuhan sangat ingin mengabulkan apa yang kita minta, Tuhan kita kaya. Tapi apa kalian yakin apa yang kalian minta bisa membuat kalian lebih dekat lagi sama Tuhan? apa ketika kalian menginginkan mobil, dan mendapatkannya kalian akan bisa lebih dalam menyembah Tuhan? atau malah hanya akan hadir digereja seminggu sekali dan hari lainnya kalian hanya sibuk dengan memodifikasi mobil kalian? Tuhan punya rencana yang indah dalam hidup kita, Tuhan selalu penuhi apa yang kita butuhkan, Dia tidak pernah biarkan kita kesulitan.

Terus berdoa, biarkan Tuhan tuntun hidup kita